NATAL
Etimologi Natal
Kata “natal” berasal dari ungkapan bahasa Latin yaitu Dies Natalis (Hari Lahir). Dahulu juga dipakai
istilah Melayu-Arab Maulid atau Milad.
Pada negara-negara yang berbahasa Arab, hari raya Natal
disebut Idul Milad. Dalam
bahasa Inggris perayaan Natal disebut Christmas,
dari istilah Inggris kuno Cristes
Maesse atau Cristes-messe, yang berarti Misa Kristus. Christmas biasa pula
ditulis Χ'mas, suatu penyingkatan yang cocok dengan tradisi Kristen, karena
huruf X dalam bahasa Yunani merupakan
singkatan dari Kristus atau dalam bahasa Yunani: Chi-Rho. Dalam Alkitab tidak dijumpai kata
"Natal", yang ada adalah kata kelahiran Yesus.
Sejarah Natal
Natal atau kelahiran Yesus Kristus jauh sebelum terjadi memang
sudah disampaikan Allah melalui nubuatan para nabi.
Pada waktu yesus Kristus lahir maka kelahiran-Nya pertama-tama
dirayakan oleh Bala Tentara Sorga (Para malaikat). Para malaikat datang kemudian mereka
merayakan kelahiran Yesus dengan mengungumandangkan nyanyian puji-pujian kepada
Allah menyambut lahirnya Yesus Kristus
(Lukas 2 : 11-14).
Pada waktu berikutnya, jauh dari Betlehem di mancanegara yakni
Sirya (daerah Persia) orang-orang Majus mendapat berita melalui suatu bintang
di langait bahwa seorang Raja Besar telah lahir (Yesus Kristus). Setelah orang-orang Majus ini mengetahui
bahwa bahwa Yesus Kristus telah lahir maka mereka merayakan natal (kelahiran
Yesus) dengan pergi menyembah Yesus. Perlu
diingat bahwa pada waktu orang-orang Majus pergi merayakan natal (kelahiran
Yesus) mereka menempu perjalanan bukan dengan transportasi modern tetapi dengan
jalan kaki dan atau menggunakan hewan tunggangan selama kurang lebih dua tahun
baru mereka sampai kepada Yesus sang bayi Natal. Ketika sampai di tempat Yesus maka
orang-orang Majus ini merayakan natal (kelahiran Yesus) dengan sujud menyembah
dan memberikan persembahan-persembahan kepada Yesus.
Setelah orang-orang Majus merayakan natal (kelahiran Yesus)
tahun-tahun berikutnya tidak ada lagi kegiatan khusus untuk merayakan
peringatan tentan natal (kelahiran Yesus) itu.
Perhatian orang-orang sudah beralih kepada perkara-perkara yang lain,
seperti gemparnya berbagai mujizat-mujizat yang dilakukan Yesus, gemparnya
pengaruh dari ajaran-ajaran Yesus, meningkatnya tensi politik dari kaum Farisi
dan ahli Taurat untuk menyingkirkan Yesus, meningkatnya tensi politik dari kaum
Farisi dan ahli Taurat untuk menyingkirkan Yesus, untuk menyingkirkan pengikut Yesus
(orang-orang Kristen), dan lain sebagainya.
Perayaan Natal baru
dimulai kembali pada sekitar tahun 200 M dan dilakukan oleh orang-orang Mesir di
Aleksandria (Mesir). Karena hari dan tanggal kelahiran Yesus Kristus sudah
tidak diketahui secara pasti maka para teolog Mesir pada waktu itu menunjuk
beberapa tanggal untuk digunakan sebagai
waktu untuk perayaan Natal di antaranya tanggal 19 atau 20 April dan tanggal 20
Mei. Tetapi di daerah-daerah lain perayaan dilakukan pada tangal 5 atau 6
Januari; ada pula pada bulan Desember. Perayaan pada tanggal 25 Desember dimulai pada
tahun 221 oleh Sextus Julius Africanus, dan baru diterima secara luas pada abad
ke-5 sampai sekarang.
Alamat Facebook : https://www.facebook.com/andarias.randa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar