MENYAMBUT NATAL
Natal adalah suatu peristiwa besar yang pengaruhnya sangat besar
dalam kehidupan di muka bumi dan di Sorga.
Ada beberapa cara, kegiatan dan sikap yang dilakukan oleh penduduk Sorga
dan penduduk bumi untuk menyambut Natal (kelahiran Yesus Kristus). Sikap, cara dan kegiatan tersebut di
antaranya :
Para Malaikat
(Penduduk Sorga)
Dalam Lukas 2 : 11-14 Firman Tuhan memberitahu bahwa pada waktu
Natal (kelahiran Yesus) para Malaikat di Sorga
turun ke bumi merayakannya dengan mendendangkan puji-pujian bagi Allah. Para malaikat meninggalkan segala keindahan
dan ketenangan di Sorga dan dating ke
bumi yang penuh masalah, penuh ketidaksempurnaan untuk merayakan Natal
(kelahiran Yesus).
Para Gembala Ternak
(Kaum Yang Tidak Diperhitungkan Orang)
Dalam Lukas 2 : 15-18 dikisahkan bahwa ketika Malaikat
memberitahukan kepada para gembala yang sedang menjaga kawanan dombanya di Efrata maka para gembala-gembala domba itu
rela meninggalkan pekerjaannya untuk sementara dan segera mencari bayi Natal
itu. Dan ketika mereka menemukan
tempatnya maka walau pun mereka sadar mereka adalah orang-rang yang tidak
diperhitungkan tetapi mereka pergi memberitakan kelahiran Yesus kepada orang-orang
lain baik yang di kampung maupun yang di kota mereka.
Para Majus (Ahli
Pengetahuan)
Kemudian dalam kitab Matius 2 : 1-10 dikisahkan bahwa pada waktu natal (Yesus
lahir) ada juga orang-orang yang tinggalnya sangat jauh dari tempat dimana
Yesus lahir, mereka ini adalah orang-orang dari Sirya (daerah Persia), mereka
adalah imam-imam agama dan ahli meteorology
dan dalam Alkitab disebut orang-orang Majus. Ketika para Majus ini mengetahui kelahiran
Yesus Kristus melalui bintang di langit, mereka tidak menunda-nunda waktunya tetapi
mereka segera bersiap dan berjalan bukan dengan mobil atau pesawat atau dengan
sepeda motor tetapi dengan jalan kaki dan atau menggunakan hewan tunggangan dengan
tuntunan bintang yang tak bersuara; mereka membawa harta bendanya, mereka
mengorbankan tenaga dan waktu yang cukup banyak karena harus berjalan kurang
lebih dua tahun baru sampai ke tempat Yesus sang bayi natal itu. Dan ketika
mereka sampai kepada Yesus maka mereka sujud menyembah Yesus dan
mempersembahkan persembahan-persembahannya kepada Yesus.
Herodes (Penguasa/Ahli
politik Dan Strategi Perang)
Dalam kitab Matius 2 : 3-8 dikisahkan bahwa pada waktu Herodes
tentang berita Natal (berita kelahiran Yesus Kristus, sang raja besar), terkejutlah Herodes dan seluruh penduduk Yerusalem. Kata ”
terkejut” dalam Matius 2 : 3 ini dalam bahasa Yunani : “Tarasso” artinya gelisah/takut/kuatir.
Mengapa Herodes terkejut (gelisah/takut/kuatir) ?
·
Herodes ”terkejut”
karena:
ü Takut kekuasaanya diambil alih oleh Yesus
(raja yang baru lahir).
ü Kuatir
dirinya akan kehilangan kekuasaan
ü Gelisah karena ia berpikir akan menghadapi
saingan
Karena Herodes takut, kuatir dan gelisah akan kehilangan
kekuasaan dan jabatannya maka ia mulai menjalankan siasat untuk mengatasi
kekuatirannya, kegelisahannya, ketakutannya dengan memerintahkan pembunuhan
anak-anak di Betlehem dengan harapan Bayi Natal akan terbunuh. Namun bayi natal itu tidak terbunuh karena
Allah menyuruh Yusuf dan Maria pergi ke Mesir.
Apa yang terjadi bagi Herodes atas tindakannya itu ? Herodes mati dikutuk Allah, kematiannya
sangat terhina, ia ditampar malaikat Tuhan dan mayatnya habis dimakan cacing.
Bagaimanakah Anda
Menyambut Natal ?
Pada masa natal orang-orang menyambut natal dengan berbagai
suasana dan kegiatan. Ada orang ketika natal mulai
dikumandangkan, maka ia mulai menjadi gelisah/kuatir seperti Herodes. Gelisah
dan kuatir memikirkan biaya-biaya yang akan dikeluarkan untuk pakaian, makanan
dan minuman apa yang akan disiapkan, biaya-biaya yang akan diserahkan untuk
perayaan natal dan lain sebagainya.
Ada pula orang yang menyambut natal seperti para malaikat, seperti
para gembala dan seperti orang-orang Majus.
Orang-orang yang berjiwa seperti ini ia rela mengorbankan tempat
kesenangannya, film/sinetron kesenangannya dan pergi merayakan natal seperti
para malaikat yang turun dari Sorga pada waktu Yesus lahir, ia akan
meninggalkan rumahnya dan pergi mengumandangkan natal seperti para gembala
meninggalkan kawanan ternaknya dan pergi mengumandangkan natal; orang-orang
seperti ini ia rela mengorbankan tenaganya, waktunya, harta bendanya dan pergi
merayakan natal dan mempersembahkan persembahan-persembahannya kepada Allah.
Ia tidak kuatir dan tidak gelisah karena ia yakin dalam iman
bahwa Allah sanggup memberkati mereka di masa-masa kemudian dengan berkat yang
lebih besar lagi. Bagaimanakan anda menyambut Natal ? Adakah kita memiliki jiwa dan pengorbanan seperti para malaikat, para
gembala dan orang-orang Majus ?Alamat Facebook : https://www.facebook.com/andarias.randa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar